Acara Menghibur Atau Meng-abuse? (Ketika Toleransi Menjadi Alas Kaki)

saatnya kualitas acara tayangan tv lokal berkualitas

Ditengah hiruk pikuknya dunia politik dan dinamikanya masyarakat Indonesia saat ini sepertinya bagi kita yang sekedar menjadi 'pelengkap penderita' memang benar-benar membutuhkan hiburan yang merakyat. Hiburan termurah saat ini kalau tidak ke mall sekedar cuci mata pun cukup, tapi bagi yang malas keluar atau tak sempat keluar rumah tontonan tv menjadi salah satu pilihan hiburan yang tak boleh dilewatkan.

Hiburan yang sejatinya bisa membawa suasana segar dan menyenangkan menjadi berlebihan manakala sudah keluar dari konsep dan sudah berlebihan melewati batas norma asusila manusia. Pagi tadi ane mendapat share mengenai sebuah acara tv swasta yang melecehkan dan merendahkan wibawa instusi kemiliteran bangsa yang terang-terang sebagai pucuk tertinggi keamanan dan wibawa negeri tercinta ini. Mirisnya lagi acara ini dibuat di kandang TNI AD sendiri.


Video cuplikan variety show yang disiarkan langsung dari
Lapangan Batalyon TNI AD Jalan Jatijajar, Depok, Jawa Barat

saatnya kualitas acara tayangan tv lokal berkualitas

"Semenarik apapun dunia hiburan, jika melampaui norma kesopanan maka tak layak untuk disebut hiburan karena tak beretika dan cenderung melecehkan," tulisnya sebagai keterangan. Dalam video tersebut terlihat perlombaan makan donat yang juga diikuti oleh anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Mereka harus duduk di bawah dengan tangan diikat di belakang untuk memakan donat yang digantung di tali. Tali yang menggantung donat tersebut diikatkan ke kaki pasangan peserta yang duduk di atas. Sepasang peserta itu memiliki tugas masing-masing. Yang satu melahap donat. Yang lainnya menggerakkan kaki yang diikat tali penggantung donat. Adegan tersebut pun menuai berbagai kritikan dari warganet. Bahkan, sebagian dari mereka menginginkan agar acara tersebut diboikot.
Sumber:http://www.tribunnews.com/nasional/2018/01/19/acara-tv-ini-dihujat-karena-dianggap-lecehkan-tni


Sampai kapan acara seperti ini masih harus dipertahankan, haruskah 'dibinasakan' sampai ke akar-akarnya, menurut ane, kita sudah terlalu sabar sebagai penonton yang ingin mencari hiburan 'sehat' melihat acara-acara seperti ini, menurut ane sudah saatnya memutus mata rantai acara semacam ini.

saatnya kualitas acara tayangan tv lokal berkualitas
saatnya kualitas acara tayangan tv lokal berkualitas

Berbuat salah, meminta maaf, selesai, kemudian mengganti judul program acara atau cukup mengganti host dengan konten yang isinya tidak berbeda jauh dengan sebelumnya adalah hal biasa yang terjadi di negeri ini, dan kita sebagai penonton masih juga harus bersabar menunggu perubahan yang kian positif terjadi, tapi nampaknya ucapan maaf hanyalah di atas kertas semata-bukan maaf sebuah penyesalan yang mendalam dan tidak ada perubahan struktur acara yang signifikan, rating menjadi segalanya, rating adalah kue terlezat dan melenakan, kualitas tayangan berada di nomor paling buncit. Sampai kapan pembodohan seperti ini akan terus berlanjut?
Menunggu korban lebih banyak lagi kah, baru ber-reaksi?


No comments