NASA Membuat Sayap Pesawat Mampu Melipat Dari Berbagai Sudut

NASA Membuat Sayap Pesawat Mampu Melipat Dari Berbagai Sudut

Kabar baru datang dari NASA (National Aeronautics and Space Administration) yakni lembaga pemerintah milik Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas program luar angkasa kini tengah mengembangkan teknologi dengan model sayap fleksible, dimana proyek besar ini sedang dikembangkan dan dilakukan penelitian dibawah bendera Nasa’s Armstrong Flight Research, California, dan merupakan bagian dari proyek Spanwise Adaptive Wing (Saw).

Sebuah pesawat ulang-alik ini rencananya mampu membuat sayap pesawat melipat ke berbagai sudut di saat penerbangan dilakukan. Dengan pertimbangan yang super matang proyek ini rencananya menggunakan material ringan yang bisa melipat bagian luar sayap pesawat pada kontrol sayap kendali saat ini hingga mencapai sudut optimal saat penerbangan.

Saw, adalah usaha bersama antara Armstrong, Pusat Penelitian Glenn NASA (GRC) di Cleveland, Langley Research Center di Virginia, Boeing Research and Technology di St. Louis dan Seattle, dan Area-I di Kennesaw, Georgia.

Meskipun sayap lipat dalam penerbangan telah lama dipelajari, kemampuan melipat sayap dalam penerbangan selalu bergantung pada jenis motor konvensional yang besar, berat dan biasanya selalu terhubung dengan sistem hidrolik. "Sayap lipat sebenarnya telah dilakukan di masa lalu, namun kami ingin membuktikan kelayakannya dengan menggunakan teknologi bentuk di media yang tak biasa, dengan tantangan suhu dan lingkungan yang ekstrim."

NASA Membuat Sayap Pesawat Mampu Melipat Dari Berbagai Sudut

Proyek Saw, nantinya berfokus pada bahan material ringan yang disebut dengan shape memory alloy. Didukung oleh aktuator (adalah sebuah peralatan mekanis untuk menggerakkan atau mengontrol sebuah mekanisme atau sistem. Aktuator diaktifkan dengan menggunakan lengan mekanis yang biasanya digerakkan oleh motor listrik, yang dikendalikan oleh media pengontrol otomatis yang terprogram di antaranya mikrokontroler.) pada pesawat terbang, dimana material ringan ini nantinya akan memiliki kemampuan untuk melipat bagian luar sayap pesawat terbang tanpa menggunakan sistem hidrolik konvensional yang berat tadi.

Dalam rangkaian uji coba terbang baru-baru ini, aplikasi dan penggunaan material dilakukan pengujian sudut putar dari nol sampai 70 °, ke atas dan ke bawah saat pesawat sedang terbang. Team peneliti utama Saw, Othmane Benafan mengatakan: "Kami ingin melihat: bisakah kita melipat sayap disaat pesawat sedang terbang, dapatkah kita mengendalikannya ke posisi mana pun, kita ingin mendapatkan manfaat aerodinamisnya, dan bisakah kita melakukannya dengan teknologi baru ini, semoga saja terwujud".


"Sayap lipat sebenarnya telah dilakukan di masa lalu, namun kami sekarang ingin membuktikan kelayakan sesungguhnya dengan menggunakan dan memanfaatkan teknologi terbarukan yang kompak, ringan, dan dapat di posisikan di tempat yang nyaman di pesawat terbang."

Dengan berbagai pertimbangan sistem produksi dan sistem kerjasama yang menggunakan teknologi terbaru berbentuk dasar tabung maka sayap pesawat akan bergerak dan berfungsi layaknya aktuator tado. Setelah sistem bekerja sempurna maka akan mengaktifkan gerakan memutar di sisi tabung, yang kemudian menggerakkan bagian luar sayap ke atas atau ke bawah, dan terjadilah lipatan sayap pesawat sesuai harapan.

Sebagai pengujian 'kelinci percobaan' dan kajian teknologi rancangan sayap lipat ini NASA bekerjasama dengan Area-I untuk penerbangan jarak jauh yang disebut Prototype Technology-Evaluation Research Aircraft (PTERA). Pesawat prototype dirancang dan dibangun oleh Area-I, yang sebenarnya juga terlibat dalam perancangan dan pengembangan sayap lipat NASA tersebut.


Tulisan ini terbit juga di: Kaskus


No comments