Keren, Orang Ini Membuat Rumah Dari Air, Seperti Apa?


Rumah dibuat dari air? Seperti sebuah cerita dongeng saja rasanya yah Gan, tapi ini benar-benar terjadi dan nyata di dunia. Kalau nggak percaya silahkan baca tulisan ane kali ini yang berjudul; keren, orang ini membuat rumah dari air, seperti apa?

Kita mungkin sudah terbiasa dan tak asing jika melihat atau mendengar air digunakan sebagai pengganti kapuk sebagai kasur air dan hiasan arsitektur lainnya, tapi pernahkah agan terfikirkan sebuah rumah dibuat dari air? Keren, Orang Ini Membuat Rumah Dari Air, Seperti Apa? adalah judul yang tepat untuk menjelaskan berita ini, seperti apa nyuk deh bersama iskrim. com kita cari tahu dibawah ini.


Perkenalkan, Matyas Gutai adalah seorang arsitek Hungaria yang menelurkan ide brilian dan menciptakan desain bangunan rumah menggunakan air sebagai upaya ramah lingkungan dan memiliki kelebihan mengatur suhu ruangan secara otomatis dan sempurna sebagai rumah idaman karena suhu selalu optimal.

Setelah bertahun-tahun melakukan riset; penelitian dan pengembangan, Gutai pada akhirnya berhasil membangun sebuah rumah prototipe di kota asalnya di Kecskemet, sebelah selatan Budapest, dibantu bersama teman sekolahnya yang setia, Milan Berenyi. Prototipe rumah ini dibangun atas dana hibah dari UE, dan Gutai menggunakan konsep keseluruhan gagasan ini dengan menyebutnya sebagai "cairan rekayasa".

Rumah air tidak hanya terbuat dari air, tapi juga mengandung papan panel, baja, dan juga unsur gelas, tujuannya adalah untuk membuat struktur rumah dan selembaran air agar suhu ruangan dan di seluruh bangunan tetap nyaman. Sebagai prototipe awal, rumah ini masih berukuran kecil saja dan terdiri dari beberapa ruang kecil dengan ukuran delapan meter persegi totalnya.

Selain mampu menyesuaikan suhu sendiri, rumah air ini ternyata juga mampu memanaskan sendiri, bila panasnya mulai berlebih suhu ruangan normal maka secara otomatis panasnya diserap air pondasi bangunan atau di tempat penyimpanan eksternal yang sudah diatur sedemikian rupa, dan suhu akan dibawa kembali ke dinding saat suhu panas mulai normal kembali. kelebihan laininnya, suhu ruangan rumah air ini ternyata dapat di modifikasi dengan menggunakan sistem pemantauan yang mirip dengan pemanasan sentral seperti pada umumnya. Rumah ini bisa menghasilkan energi sendiri dan lebih mandiri tanpa pemasokan energi dari luar seperti misal memerlukan listrik untuk memanaskan atau mendinginkan suhu ruangan, yang artinya rumah air ini ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon. Rumah masa depan yang keren, sangat efisien dan masih banyak yang bisa di ekploitasi agar rumah air ini bisa di maksimalkan lebih baik lagi di masa depan.

(Klik untuk perbesar gambar)


"Panel kami bisa memanaskan dan mendinginkan bangunan itu sendiri, tanpa daya listrik, - air di dalam panel melakukan pekerjaan yang sama dengan pemanasan pada umumnya,". "Ini sangat menghemat energi, bila Anda membandingkannya dengan bangunan serupa dengan permukaan kaca besar - ini adalah solusi yang sangat bersih dan berkelanjutan." kata Gutai. kata Gutai.



Konsep Awal:

Awal ide rumah air ini adalah ketika Gutai berjalan-jalan mempelajari arsitektur berkelanjutan di Universitas Tokyo, pada tahun 2003, dia mendapat gagasan tentang 'water house' ini setelah mengunjungi pemandian terbuka yang dikelilingi salju dan melihat bahwa seseorang merasa tetap nyaman di dalam air tanpa gangguan dinginnya dari efek salju. Dari situ, dia menyadari pentingnya suhu keseluruhan air dan sepertinya faktor ini memiliki peluang yang menjanjikan untuk dituangkan dalam karyanya yang pada akhirnya terciptalah 'rumah air' ini.

"Teknologi arsitektur benar-benar berubah di zaman ini.
Selama ini kami terbiasa menciptakan bagunan dari bahan padat, sekarang menjadi masuk akal untuk mencari teknologi dan sistem baru yang antimainstream." Kata Gutai.



Hulu & Bahaya:

Agar terciptanya 'rumah air' ini Gutai menghadapi banyak tantangan, dia membutuhkan waktu hampir 6 tahun untuk membangun dan juga menghadapi banyak masalah struktural dan juga menghadapi banyak pertanyaan, seperti; "Apa yang terjadi jika di luar dingin sehingga air membeku atau apa yang akan terjadi bila seseorang berdiam diri di dalam ruangan tersebut.

"Arsitektur benar-benar berubah di zaman kita ini:
sekarang masuk akal untuk mencari sistem baru," kata Gutai lagi dalam presentasinya.

Berikut adalah jawaban untuk pertanyaan di atas yang dia hadapi selama menjadi seorang arsitektur dengan temuan 'rumah air' tersebut.

"Kami sekarang mencampur air dengan pelarut alami yang tidak menimbulkan polusi, aman bagi lingkungan dan manusia, namun memiliki kelebihan lain yakni mampu menurunkan suhu beku ke tingkat yang dapat ditoleransi. Ini sangatlah praktis, berarti bahwa meskipun mungkin nantinya pemanasan suhu gagal, air tidak akan membeku."

"Jika terjadi iklim dingin, seperti di Hungaria,
kami juga menambahkan beberapa insulasi eksternal ke struktur bangunan tujujuannya adalah untuk melindunginya dari pembekuan air dalam ruangan."

Dan jika sebuah panel dipecah? "Kami merancang unit joint khusus. Unsur gabungan memungkinkan aliran melambat, tapi mampu memblokir lebih cepat, "Ini berarti bahwa jika satu panel rusak, secara otomatis akan 'disegel' dari yang tersisa secara instan. Efek ini didasarkan pada unsur sifat fluida dan bukan komputer atau sistem pemantauan - yang otomatis meminimalkan kemungkinan etrjadinya kegagalan, katanya detail.

Gagasan yang akan datang:

"Tujuan kami harus menggunakan sedikit energi dan bahan yang saat ini kami masih gunakan, dan mampu mendistribusikan kepelosok kota dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dalam penerapannya. Rumah air adalah salah satu cara, solusi modern untuk melakukan itu, " kata Gutai.



Membangun rumah dengan biaya rendah dan energi yang rendah ini akan jadi lebih efisien dan membuat masa depan kita tetap hijau ketimbang memotong pohon untuk membangun rumah atau menciptakan lingkungan yang tercemar. Idenya sangat luar biasa, berharap ini akan menjadi proyek yang sukses dan bisa dilaksanakan di mana-mana. Ane Aamiin, deh!


No comments