Ketika 'One Man Show' Mulai Ditinggalkan (Jangan Sampai Terjadi)

Ketika 'One Man Show' Mulai Ditinggalkan (Jangan Sampai Terjadi)

Bagi penggemar acara tv luar dengan presenter macam Oprah Winfrey atau versi lokalnya dulu seperti Koes Hendratmo dan lainnya, pastinya pemirsa akan sangat menikmati acara yang mereka bawakan, meski hanya seorang diri tapi mereka mampu membawa acara begitu profesional, santai, hangat tapi tetap padat dan berisi. Menyandang gelar 'presenter' dulu tidak semudah seperti sekarang.

Zaman memang telah berubah, dan tuntutan kebutuhan memperoleh hiburan kini semakin beragam dan unik yang berakibat hadirnya presenter atau pembawa acara seorang diri seperti berkesan 'tidak menarik lagi' atau 'tidak menjual lagi', presenter kini hadir di depan tv pemirsa lebih dari satu orang bahkan lebih banyak dari narasumbernya sendiri, aneh dan tidak biasa, narasumber justeru berkesan 'di keroyok dan di interogasi'. Akhirnya acara yang sebenarnya bagus dengan tema yang menjanjikan menjadi 'tawar' akibat banyaknya pertanyaan menjadi tidak fokus pada tema yang diusung dalam acara.

Ketika 'One Man Show' Mulai Ditinggalkan (Jangan Sampai Terjadi)

Bagaimana tidak tidak fokus dan acara jadi miskin informasi, bintang tamu baru saja berfikir untuk menjawab satu pertanyaan tetiba dipotong oleh presenter satunya dengan pertanyaan lain, kadang justeru pertanyaan nggak penting yang diajukan, dan begitu seterusnya sampai di titik durasi terakhir acara tersebut sampai selesai. Dan pemirsa jadi korban tayangan, yang seharusnya pemirsa mendapatkan informasi dan menambah wawasan menjadi bertanya-tanya dan tidak klimaks informasinya, dan ujung-ujungnya acara tersebut tidak memberikan apapun ke pemirsa selain guyonan garing, pamer ke elokkan, presenter yang pamer aji mumpung, dan banyolan sampah. Miris.

Perlu diketahui wahai pembuat program acara, masyarakat kini semakin cerdas, mereka kini lebih melek teknologi dan kritis, tontonan di tv seharusnya menjadi media yang lebih lengkap dan dipercaya karena mengundang dari sumbernya langsung. Pemirsa sebetulnya dengan mudah memindah chanel atau beralih ke media seperti Youtube, tapi kalau mereka benar-benar meninggalkan semua acara tv lalu akan dikemanakan sdm stasiun tv dan perangkatnya, pengangguran pastinya ada, pengurangan karyawan pasti ada, jadi sebelum semuanya terlambat buatlah acara yang benar-benar berkualitas tapi tetap menghibur, yah mungkin dengan komposisi kualitas 75% dengan presenter yang profesional tentunya, meski mungkin tetap ada lebih dari satu orang presenter yang terpenting adalah informasi yang didapat dari narasumber bisa digali lebih dalam dan menambah wawasan pemirsa dengan gaya presenter masing-masing, tapi bukan gaya yang 'kebablasan' seperti saat ini, "haha..hehe..hihi, prak..gedumbrang!" nggak karuan, sementara narasumber cuma bisa tersenyum kecut dan terpaksa atau malah nggak ngerti apa yang dilakukan oleh presenternya.

Ketika 'One Man Show' Mulai Ditinggalkan (Jangan Sampai Terjadi)

Ane jadi kangen atau bahkan pemirsa yang lain pastinya rindu acara yang benar-benar menyajikan informasi berkualitas yang di bawakan dan disajikan secara menghibur, tapi tetap santai dan fokus pada tema, inilah yang seharusnya terjadi dan harus tetap menjadi 'benang merah' sejak dulu dan harus tetap dipertahankan. Tontonan tayangan di media tv seharusnya juga menjadi salah satu cara untuk membentuk karakter dan mental pemirsanya, bukan justeru melemahkan mental dan menghilangkan rasa nasionalisme dan budaya sendiri.

Kalau melihat kualitas presenter yang terbilang masih bagus, sebagai contoh saja, presenter macam Kick Andi misalnya, meski temanya serius tapi tetap ringan dan mudah dicerna, padahal tema acaranya berat, bahkan kadang justeru menguras air mata. Inilah salah satu contoh presenter yang profesional meski bekerja hanya seorang diri. Bukankah seharusnya semakin banyak presenter seharusnya semakin banyak hal yang digali presenter dan didapat oleh pemirsa melalui acara yang dibawakan? Seorang presenter yang one man show menunjukkan bahwa dia benar-benar seorang presenter sejati, profesional, dan pasti berkualitas, itulah yang hilang dan di rindukan pemirsa selama ini. Semoga saja khususnya para presenter yang ada sekarang sadar bahwa bekerja memegang jabatan menjadi seorang presenter tidaklah mudah, perlu wawasan yang luas, bukan sekedar aji mumpung, demi uang dan tampang, dan ketenaran semu yang membuat pemirsanya bertambah bingung, mau dibawa kemana ini acara setelah ini?

Telah di publish juga di : Kaskus.co.id


No comments