Aku Protes! Kenapa Tuhan Tidak Menciptakan Ponsel

 

Entah kenapa terlintas dalam fikiran ane kali ini tentang uneg-uneg perihal ponsel, intinya ane mau protes singkat padat dan jelas. Aku protes! kenapa Tuhan tidak menciptakan ponsel, kenapa justeru manusia yang membuatnya. "Kok protes Krim, kan tinggal beli yang termurah sampai termahal ada".

Hadooh, nanggung bener nih..lagi asyik chitchat sama pacar tetiba baterai lowbat, ponsel ini bikin ribet dikantongin tapi kitanya butuh, tanpa ponsel apalah arti hidupku. Itulah beberapa diantara keluhan ketika manusia memiliki benda yang dinamakan ponsel, mereka yang ketergantungan akan semakin pusing dan rungsing hidupnya tanpa kehadiran sebuah ponsel.

Mengeluh, selalu mengharap lebih dan melupakan rasa bersyukur itulah kenapa manusia pada akhirnya selalu merasa kekurangan.  Lalu apa korelasinya dengan judul tulisan ane diatas, tentu saja ada korelasi dan sebab akibatnya. Aku protes! Kenapa Tuhan tidak menciptakan ponsel, kenapa justeru manusia yang membuatnya?

Kita sangat tahu dan paham benar, kekuatan dan kuasa Tuhan yang tak terhitung dan tak tertandingi, segala ciptaanNya biasanya selalu sempurna, dan jangan lupa kita-sebagai manusia adalah salah satu'produk' ciptaanNya, jadi jelas kita saja sebenarnya hasil ciptaanNya pastinya belum seberapa bahkan memang manusia sangat-sangatlah tidak pantas di banding-bandingkan dengan kuasa Tuhan Yang Maha Esa. Dari segala keterbatasan manusia inilah kita wajib sadar diri, tidak ada yang sempurna apapun yang dibuat oleh manusia, meski ide brillian keluar dari seorang terjenius sekalipun-bahkan berkali-kalipun, tetap memiliki kekurangannya.


Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan YME, kenapa ane protes, karena kenapa bukan Tuhan saja yang menciptakan benda yang namanya ponsel ini. Dengan kesempurnaanNya pastinya manusia tidak lagi mengeluh dan direpotkan harus mencari colokkan listrik, itu baru satu contoh. Hehe. Pastinya jika ponsel di ciptakan olehNya semua serba otomatis bahkan autopilot! Alat telekomunikasi tercanggih yang ada di film-film macam StarTrek pastinya juga memiliki kekurangan, chip yang ditanam di sebuah tangan pastinya tidak sesempurna kalau Tuhan yang menciptakannya.

Sebagai anak cucu adam yang kekinian di era now pastinya mau tidak mau ikut merasakan kelebihan dan kekurangan menggunakan ponsel ini. Oh, Tuhan aku protes! kenapa Tuhan tidak menciptakan ponsel, justeru manusia yang membuatnya. Dengan berandai jika harapan ane didengar olehNya pastinya semua manusia akan bersyukur dan bergembira, tidak ada lagi kekhawatiran harus kehabisan daya baterai, tidak lagi ditemukan keluhan ponsel rusak, tidak ada lagi masalah kerepotan harus mengantongi ponsel kemana-mana, tidak ada keluhan sinyal lemah, tidak ada lagi keluhan seputar efek negatif menggunakan ponsel berlama-lama, semua pastinya akan sempurna jikalau Tuhan yang menciptakan, setuju?

Tapi sisi baiknya dibalik ketidaksempurnaan manusia menciptakn ponsel ini sebenranya kita 'disuruh' untuk istirahat, ketika baterai habis itu artinya kita disuruh istirahat, disuruh Tuhan agar melihat sekeliling kita, karena Tuhan tahu kalau Dia jadi menciptakan ponsel semua manusia bisa-bisa lupa dengan harkat manusia sosial sesungguhnya di dunia nyata. Konsekuensi nya kalau ponsel diciptakan sempurna dikhawatirkan manusia bisa mendekatkan yang jauh tapi justeru 'menjauhkan' hubungan yang dekat, yang dekat yah tetangga, yah saudara, yah teman real life kita, hubungan di real life ini tetap harus dijterjaga agar kehangatan dan keharmonisan dalam berhubungan sebagai mahluk sosial semakin baik dan bertoleransi tinggi.


Tapi, kalau Tuhan memberikan kesempatan kepada ane untuk memilih seperti apa bentuknya sebuah ponsel yang sempurna, maka ane akan memilih jari telunjuk, dan otak manusia sebagai prosessornya, baterai didapat dari konsumsi yang dimakan, sinyal di dapat dari rambut, mata menjadi layar ber-resolusi super tinggi, kesemuannya akan terintregasi secara autopilot, pastinya sempurna dan tidak ada lagi yang dikeluhkan manusia dengan ponselnya. Semua begitu fleksible, dan pastinya lebih-dan lebih canggih dari ciptaan mobil listrik atau mesin pencari tercanggih buatan manusia sekalipun. 

Komunikasi, pencarian data, meyelesaikan beribu-ribu level game semua bisa dilakukan tanpa rasa khawatir baterai lemot atau nggak ada sinyal, semua akan teratasi jika 'ponsel' ini menyatu di fisik manusia dengan catatan Tuhanlah yang menciptakannya, dan bukan sengan teknologi manusia yang membuatnya. Akankah hal ini bisa terjadi, semoga saja Tuhan mau mendengar doa ane hingga ke langit tuujuh sana. Aamiin

Tapi Tuhan, setelah semua ini ane jabarkan justeru fikiran ane terbuka, selain ane takut dengan karma, ane nggak jadi protes untuk menuntut ponsel yang harus sempurna, kalau sempurna bisa-bisa pedagang ponsel nggak laku, dan ane bisa-bisa nggak nyadar jadi terlarut dalam dunia ponsel padahal diluar sana banyak yang indah-indah dan lebih menggoda yang tidak boleh dilewatkan. Ampun Tuhan, maafkan aku ya Tuhaan.

Selesai, nggak pakai koma.



2 comments:

  1. saya juga sependapat sama kamu. namun bagaimana nasib bangsa ini bila tetap di satu zaman tanpa adanya perkembangan?. letak permasalahannya menurut saya adalah moral yang terbentuk olehnya. yang perlu difikirkan adalah tameng apa yang mampu menghalau serangan-serangan dari luar. karena kita tau mayoritas pencipta teknologi ini adalah orang-orang yang berbanding terbalik dengan budaya bangsa kita ini.

    ReplyDelete
  2. Menurut saya diperlukan kesadaran diri, jiwa nasionalisme setiap orang kudu dibangkitkan dengan tulus untuk bangkit dan mendukung mereka yang masih 'sehat' dgn upaya apapun agar kebangkitan negeri itu semakin mudah dan kembali solid

    ReplyDelete