Hal yang Bikin Males Saat Nonton Film 'Bersubtitle'


Setiap manusia pastinya membutuhkan hiburan, salah satunya ya dengan menonton film favorit, entah di bioskop atau di rumah sendiri. Bermaksud ingin menyenangkan diri sendiri dengan kaset film favorite eh..malah jadi males ketika ada hal yang nggak asik karena terganggu dengan film bersubtitle yang buruk.

Yup, bagi beberapa orang yang terkendala dengan bahasa tentunya film dengan tambahan subtitle menjadi pilihan dan akan membantu penonton mengetahui jalannya cerita film tersebut. Tapi.. dari pengalaman ku ada beberapa film yang bersubtitle buruk, seperti apa yuk deh kita ketahui lebih jauh dibawah ini.


Translate 1


Setiap negara tentunya memiliki gaya bahasa yang berbeda, seperti misalnya kita menonton film Jepang, China dan lainnya, biasanya kecepatan bicara mereka lebih cepat daripada negara lain. Kita yang mengandalkan hasil translate an pastinya akan kerepotan ketika subtitle yang muncul malah kecepatan atau malah lebih lambat, istilahnya nggak sinkron sama plot cerita, kan bikin nggak asik!


Translate 2


Ini juga pernahku alami ketika aku membeli dvd Harrypotter seri terakhir. Bermaksud ingin lebih dulu tahu cerita film tersebut alih-alih malah mendapatkan film bersubtitle buruk, bagaimana tidak lah wong translatenya ngaco alias hasil translate dari Google ditempel plek tanpa ada pengeditan. Apa karena waktu itu ane beli dvdnya yang bajakan jadinya nggak asik, hehe.


Translate 3


Nah kalau bersubtitle yang ini ane temuin di filmnya Transformer, mungkin sang translatornya anak kekinian atau maunya disingkat-singkat biar nggak capek ketiknya eh malah nggak asik jadinya. Bayangin aja kalau filmnya bagus tapi subtitlenya seperti ini: "Optms, sbaikny u menyrhkn diri dn bergbglh brsm kami!" Untuk plot berkosa kata lambat mungkin tidak terlalu mengganggu, tapi bagaimana kalau terjadi percakapan yang cepat, pastinya kita jadi mikir untuk bacanya.


Translate 4


Biasanya aku selalu antusias kalau ada film bertema fiksi macam Alien, Lord Of The Ring dan lainnya, tapi suatu ketika antusias ane 'drop sangat' karena subtitle yang muncul hurufnya kekecilan, menonton film dilayar 42 inchi jadi 'sepet mata' ini manakala subtitelnya kecil bangeeet, padahal kalau di play di laptop semua normal, kok aneh yah, jadi nggak asik deh!


Translate 5


Subtitle yang bagus menurut ane yah muncul di timming yang pas saat aktor 'membuka' mulutnya, bertata bahasa yang baik (EYD) dan memiliki tanda baca. Pernah tuh dulu aku menonton film jadul banget masih versi VCD, lupa film apa, subtitlenya sama sekali nggak ada tanda baca, nggak ada titik, koma, penggalan kata yang asal, dan subtitle huruf besar semua. 'Sepet mata' dan jadi nggak asik nontonnya. MARIA AKUSUNGGUH PERCAYAPADAMU DAN INILAH SAATNYAAKU NYATAKAN PERASAANKU JANGAN KAUTOLAK CINTAKU BELAHLAH DADAKU MAAFKAN AKU RUDOLFO BUKAN AKUTAK MENCINTAIMU JADI APAMAKSUDMU BERKATABEGITU SUDAHLAH


Translate 6


Ini juga pernah kutemui di film-film lama versi VCD, yah meski ada juga satu dua kutemui di versi DVD bajakkan, yakni subtitle yang muncul sampai keluar margin atau mendekati sudut layar, sangat tidak nyaman karena berkesan tulisan jadi panjang lebar dan bikin 'sepet mata' aja bacanya.


Translate 7


Acara menonton film favorite jadi nggak asik ketika filmnya bersubtitle huruf yang terlalu kurus atau justeru berwarna terang. Tata bahasa dan timmingnya juga sudah bagus, coba bayangkan padahal harus berkosentrasi membaca subtitle selama hampir dua jam dengan huruf yang terlalu kurus dan berwarna terang? Pokoknya bikin 'sepet mata' dan bikin nggak asik.


Translate 8


Poin terakhir acara menonton film favorite jadi nggak asik juga adalah ketika film lagi seru-serunya tiba-tiba subtitle menghilang ditengah jalan atau timbul tenggelam. Mungkin 'tukang translate'nya lelah atau sedang makan siang, yang jelas acara nonton jadi ilang gregetnya dan bikin nggak asik.



No comments