Berterimakasihlah Terhadap Sahabat Yang Pernah Menghianatimu!

Berterimakasihlah Terhadap Sahabat Yang Pernah Menghianatimu!

Kenangan pertemanan masalalu yang mengisi relung-relung hati ini tidak semua orang mampu menyimpan rapat-rapat, bahkan ketika memori ini tak kuasa lagi mengisi ruang yang ada, dalam sedetik, menit, jam bahkan berhari-hari bisa di hempaskan secara sumpah serapah.

Luapan emosi yang demikian menggelegar pernah ane alami sendiri setelah sekian lama terpendam di hati ini, di kecewakan ada, sakit hati pastinya, bagaimana tidak, kekasihku yang sudah terang benderang menjadi miliku dengan perjuangan yang tak sebentar aku raih berhasil ditikungnya, dan lebih 'bangke' lagi dia dengan santainya tanpa ada rasa bersalah sedikitpun kepadaku, dia tahu kelemahanku salah satunya adalah karena aku orangnya tidak tega'an. Jadi inilah salah satu rahasia  kisah pahit yang pernah aku alami.

Tapi, itu masalalu dan aku sudah berhasil keluar dari derita cinta yang dulu sepertinya tiada akhir dan indah. Lembaran baru telah kubuka seiring kedewasaanku menghadapi kenyataan karena persoalan cinta-cintaan dimasa belia itu. Cerita ini bermula ketika suatu saat sepulang kerja seingat aku waktu menunjukkan pukul 22.13 menitan dan berteduh karena hujan sedari sore tak kunjung reda sambil menunggu angkot langganan lewat disebuah pertokoan yang lampunya mulai temaram, hidup-mati, tapi disini sepertinya aku seperti mendapat sebuah pencerahan.

Dalam benakku aku berkata; "Kenapa aku dulu sepertinya begitu bodoh, kenapa tidak aku hajar saja wajahnya, aku sikut saja tengkuknya atau kutendang saja perut atau selangkangannya biar aku puas menghajar sahabat penghianat itu".  Duh itu sih cara purba yang sudah tidak ada dalam kamus fikiranku, maka kutepiskan fikiran kolot semacam itu dengan mengalihkan pandanganku kearah mobil-mobil besar yang lampunya kadang menyilaukan mata. Aku menarik nafas dalam kemudian perlahan aku lepaskan.

Tapi kenapa Tuhan memberikan pengalaman ini kepadaku, kenapa bukan dia? Sepertinya Tuhan memang sudah merencanakan ini semua, aku sudah sangat amat sadar dengan persoalan ini, tinggal bagaimana aku melihat dari sudut pandang mana persoalan ini. Teringat sebuah kata bijak, "Tuhan tidak akan menguji umatnya bila dia tak mampu menerimanya", itu artinya aku adalah orang yang telah dipilih oleh Tuhan untuk menjalaninya, aku adalah orang pilihan! Yes. Meskipun, pastinya, (aku sadar) aku juga manusia yang punya hati bahwa dikhianati itu memang sakit rasanya. Dari sepenggal kisah pahit ini dapat aku share beberapa hal yang membuatku semakin dewasa dalam menjaga sebuah hubungan, diantaranya adalah:


Kita diajarkan untuk selalu waspada, jangan sampai terlena terhadap suatu hubungan persahabatan.

Kita diajarkan untuk menerima kenyataan, bahwa fikiran setiap orang bisa berubah 360 derajat

Kita diajarkan untuk bisa move on dari setiap masalah

Kita diajarkan untuk memperkuat mental agar tegar menghadapi permasalahan

Kita diajak untuk bisa berfikir jernih ketika harus memilih sebuah keputusan yg sulit ketika teman meninggalkan kita

Kita diajarkan untuk mengenal dunia baru dan mendapatkan pertemanan yang baru, mungkin sahabat yg lalu bukan yang terbaik maka Tuhan kini justeru memberikanku kesematan memeperoleh lebih dari seorang sahabat

Kita diajarkan iklash atas apa yang kita miliki pastinya akan pergi, cepat atau lambat dengan cara dan waktu yang kita tidak pernah tahu tepatnya.

Sahabat ibarat musik klasik yang indah tapi menyakitkan bila didengar dengan volume keras..maka untuk menghentikkannya kecilkan suara radiomu dan ubahlah tembang kesukaanmu yg lainnya.

Kesimpulan dari sepenggalan kisah pahit yang berhasil mengangkat derajat pemikiranku jadi lebih kuat, setrong, dan lebih bisa menjaga sebuah hubungan lebih erat lagi tanpa harus kehilangan keduanya.

Berterimakasihlah Terhadap Sahabat Yang Pernah Menghianatimu!

Terimakasih sahabatku, karena kau telah menikung aku, justeru kini kehidupanku lebih baik, yang sekarang berada disisiku inilah yang terbaik yang pernah aku miliki selama hidupku, dialah yang tepat bagiku karena dia lebih mengerti aku, lebih memahami aku, akupun demikian adanya, akan kujaga hingga janur kuning melengkung dan menghabiskan waktu bersama hingga diakhir hayatku nanti. Terimakasih sahabatku yang telah menghianatiku, aku tak berhutang padamu.




No comments