Balada Pejantan Setia (Catatan Kecil Berbau Aspal)


Aku bukanlah pejantan yang berambut klimis, tak berselimutkan kemewahan dan bukan penakluk gunung tertinggi didunia. Akulah pejantan setia yang bahagia diantara semut-semut aspal yang kian menghitam.

Lihat, bagaimana perkasanya Samson dengan beringasnya menjatukan lawan-lawannya atau tajamnya hunusan pedang Conan the barbarian, atau tangguhnya pebalap motoGp bersaing sengit untuk mendapatkan posisi terdepan, kalau para sista kekinian mendambakan lelaki seperti itu mungkin aku bukanlah tipe kalian.

Fix, aku bukanlah tipe kalian, aku hanyalah tipe pejantan sederhana yang selalu menyapa siapapun dengan senyuman tulus dan membantu siapapun yang memerlukan pertolongan mulai dari gang-gang sempit hingga jalan protokol, menolong sesama tanpa memandang suku, ras dan agama ada dalam catatan hidup yang musti ane amalkan sesuai dengan amanah kedua orangtua dan guruku.

Akulah pejantan sekelas motor bebek namun kesetiaanku tak perlu diragukan lagi, akulah pejantan setia yang bisa melepaskan segala keangkuhan dan kepalsuan hidupku selama ini, dan benar-benar bisa menikmati hidup-merasakan cerahnya dipagi hari, mendengar sapaan kicauan burung kenari, dan mendengar bisikkan alam dikala mahluk noctural mulai menunjukkan eksistensinya menemani setiap kepulanganku. Akulah pejantan penghantar jiwa-jiwa yang berkeinginan. Akulah pejantan yang selalu bahagia ketika pelanggan mulai menyapa dengan nada dering indahnya. Meski kadang hanya senyuman kecut ku terima aku tetaplah pejantan setia yang selalu mengantarkan pelanggan hingga didepan pintu rumahnya dengan selamat. Itulah misi keramat yang menyelamatkan hidupku sehari-hari.

Meski hidup tak selalu indah dan memang benar adanya, terkadang alam tak berpihak kepadaku. Ada lelucon lucu yang pernah ku dengar; " naik motor itu enak kalo hujan tidak kepanasan, kalau panas tidak kehujanan". Sebuah lelucon satir, meski harus tersenyum kecut tapi mampu menggelitik di hatikecilku ketika aku terkantuk dalam perjalanan, tapi inilah profesiku yang sehari-harinya berada diatas kuda besiku yang setia. Suatu ketika kuda besiku batuk-batuk dan aku barulah sadar tidak hanya manusia yang membutuhkan istirahat, saking semangatnya aku mencari nafkah sampai aku melupakan kebutuhan kuda besiku sendiri.


Akulah pejantan setia, yang dengan setia mendorong hingga tiba di bengkel terdekat, peluh berjatuhan, cacian pelanggan ketika harus ku turunkan sebelum tujuan sudah biasa bagiku. Kuda besiku memang sudah tua, ompong protol sana-protol sini, pikun dan kini mulai manja. Kalau saja kuda besiku bisa berbicara mungkin aku sudah dimaki-maki olehnya, kenapa tak kau belikan aku suku cadang yang asli saja, sih? Tapi setelah kufikir lagi rasanya dia takkan sekejam itu, kuda besiku adalah tipe setia sepertiku, dia tahu isi dompetku hanya cukup untuk hari ini, entahlah esok, ganti oli saja kadang 3 bulan sekali, itu kalau ingat. Lasihan sih sebenarnya, tapi kebutuhan dan pendapatanku belumlah bisa dibagi dua, tidak adil sebenarnya, tapi aku sayang dan akan tetap berusaha agar kuda besiku bisa mengenakan suku cadang yang asli dan tampil bersolek.

Jadi dengan bangga aku perkenalkan kepada dirimu nama kuda besiku, 'beksi'atau si bebek besi, yah meski ada sedikit baret sana sini dan karat mulai menyerang kerongkongan knalpotnya aku selalu selalu bersama. Kamilah tipe setia kemanapun dan kapanpun suka sayangnya kami tidak ditakdirkan berjodoh hehe!

Jadi akulah pejantan setia, yang sederhana setia setiap saat mengantar setiap langganan kemanapun suka, ketika kamu mendengar suara 'tiiiiiit' itulah aku, berikanlah senyuman dan sapaan hangat kepadaku, aku pasti akan membalas lebih hangat dan senyuman yang tulus. Salam satu aspal. Adakah diluar sana yang setia sepertiku?





No comments