Mudahnya Berteman, Mudah Pula Untuk Melupakan

http://www.iskrim.com/2017/11/mudahnya-berteman-mudah-pula-untuk.html

Siapa sih yang tidak mengenal dunia maya. Berandai, kalau saja para pahlawan kemerdekaan masih pada bugar dan sehat sekarang ini pastinya mereka juga menggunakan kesempatan berbaur di dunia maya, mungkin akan lebih banyak hal yang bisa didapat untuk berbuat dan me-merdekakan secara lebih elegan.

Kemudahan segala hal mulai dari informasi lokal hingga interlokal inilah membuat segalanya serasa begitu cepat hadir, timbul dan tenggelam. Siapa tidak cepat dan kritis akan cepat tenggelam, siapa yang loading lama bakal kebingungan dan segera tertinggal, dan sopo sing ora edan ora keduman! Itulah dunia maya, tidak ada istilah flamboyan yang nyata, karena semua itu berangkat dari kehidupan dunia nyata.

Menginjak semakin dewasanya teknologi dunia maya ini siapapun pasti pernah merasakan kemudahan akses internet dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Pertemanan  konvensional seperti bertemu langsung kini seperti hal yang mulai ditinggal atau berkesan tertinggal, dengan internet semua bisa diraih dan direngkuh. Dalam hitungan menit kita bisa memiliki teman ratusan hingga ribuan orang, bukan hanya dari lokal tapi juga interlokal sana. Dan hebatnya semua bisa terhubung dalam satu wadah forum atau group-group sosial media maupun aplikasi chitchat seperti WahatsApp, Telegram dan lain sebagainya.


http://www.iskrim.com/2017/11/mudahnya-berteman-mudah-pula-untuk.html


 Hiruk pikuknya atau 'kremeseknya' pertemanan di dunia maya, bagi yang menyadari sebenarnya bukanlah apa-apa dibanding berteman sesungguhnya di dunia nyata, kadarnya tentu sangat berbeda. Berteman di dunia maya semua hal bisa dipoles dan dipalsukan, di lebih-lebihkan, di jelek-jelekkan, meski memang ada cerita bagus berangkat dari pertemanan dari dunia maya seperti bertemu jodoh dan kegiatan yang menggugah ke arah positif, tapi terbilang langka. Dunia maya ini menurut ane ibarat sebuah dunia yang tidak bisa disentuh tapi bisa dirasakan kehadirannya, sebuah mahluk tak kasat mata, itulah kehadiran dunia maya dalam artian suatu hubungan.

Dari kelebihan dan kekurangan suatu hubungan di dunia maya ini, kadar dari sebuah hubungan sosial antar manusia menurut ane memiliki celah dan sangat rapuh, rapuh karena kita berteman belum tentu pernah bertemu tatap muka, berjabat tangan, saling mentraktir dan tertawa bersama dan lain sebagainya, tapi kok sepertinya akrab? Hal-hal inilah yang menjadikan sebuah hubungan pertemanan menjadi cepat dekat tapi mudah juga dilupakan. Kok bisa? Karena dekatnya sebuah hubungan di dunia maya tidak ada proses real seperti halnya di kehidupan nyata, tidak mengisi kebersamaan secara nyata, tidak tergerak secara seirama dan se-aura yang membuat kita sama-sama merasakan 'gejolak' nyata, pertemanan di dunia maya boleh dibilang sebagai hubungan pertemanan palsu! Misalkan, kaerna dianggap pencerah, penuntun di dunia maya maka si A mengidolakan si B, pokoknya si B harus terlihat sempurna di dunia maya, padahal si A dengan segala keterbatasannya belum tahu seperti apa kehidupan asli si B sebenarnya. Jadi menurut ane ikatan emosional di dunia maya itu hanya bersifat fatamorgana dan penuh kepalsuan!

Sisi positif dengan berteman dan memiliki teman 'like' di dunia maya kita juga bisa mengambil pelajaran hidup, ilmu, dan segala hal informasi yang kita perlukan, tapi pesan ane bertemanlah hanya untuk kenal dan sedikit tahu, tidak lebih! banyak contoh kasus yang menghasilkan kekecewaan dan jadi putus asa ketika mengharap lebih karena pertemanan di dunia maya. Semua semudah me-Like dan Dislike, bisa berubah dalam hitungan sedetik, semua bisa jadi teror karena karena huruf dan angka menjadi pengganti lidah tak bertulang. Menjaga hubungan baik di dunia maya tetap wajib dilakukan, tapi sebaiknya nilai-nilai kearifan dan kebijaksanaan tetaplah harus dijaga, jangan sampai baik di dunia maya tapi realitanya malah kepalsuan atau bahkan saat bertemu di jalan mereka tidak saling mengenal, inilah yang banyak terjadi. Pura-pura baik tapi dibelakangnya menghasut dan menusuk dari belakang, dan banyak lagi contoh lainnya.

http://www.iskrim.com/2017/11/mudahnya-berteman-mudah-pula-untuk.html

Sekali lagi ane tekankan, bolehlah berteman, tapi cukup kenal dan tahu, jangan lebih, orang bilang cukup sedang-sedang saja, jangan terlalu ngarep lebih dari itu, kalau lebih akan lebih banyak sakit hatinya daripada senangnya. Bahkan, mungkin karena kesalahpahaman hubungan pertemanan pun segera menguap begitu saja, karena kita atau dia sesungguhnya tidaklah benar-benar saling mengenal, biasanya seseorang di dunia maya hanya berkesimpulan dari satu arah dari apa yang dilihat melalui layar ponselnya, hanya katanya, berdasarkan jumlah karakter yang dia baca, berdasarkan unggahan fotonya yang elok, berdasarkan wajahnya yang cantik dengan make up satu sentinya, berdasarkan kostumnya, lalu berkesimpulan si A itu begini si B begitu tanpa melihat secara nyata di kehidupan nyatanya, dan lucunya sampai menTuhankan mesin pencarian. Ane suka sempat berfikiran apakah mereka sungguh-sungguh berani bertemu di dunia nyata, dan suatu saat hal ini akan ane buktikan, tinggal menunggu waktu saja. Maka dari itu janganlah kita sampai terlena dan mudah terprovokasi dari apa-apa yang bersumber dari dunia maya, semua harus di cek kebenarannya langsung, baru kita bisa menyimpulkan kepribadian si A atau si B itu bagaimana. Maka tidaklah salah apabila Bill Gates justeru melarang anak-anaknya menggunakan gadget karena menurutnya gadget menjadi salah satu  pelarian yang pasif dan tidak membangun jiwa sosial yang sesungguhnya. Kalau agan terlalu aktif di sosial media mulai sekarang cobalah cek, apakah emosi agan stabil di dunia nyata?

Jadi mulai sekarang ane harus bilang i am sorry and to say goodbye, buat yang pernah tersakiti atau sengaja ane lupakan, selamat tinggal masa kelabilan, bukan karena sombong tapi ane kini berusaha membatasi diri dari hal yang sudah ane lewati, saatnya menatap masa depan, banyak hal yang belum diselesaikan di kehidupan nyata ane dan bagi ane itu lebih penting. Bagi teman-temans gan en sista yang masih menikmati manisnya sebuah hubungan di dunia maya sebaiknya tetaplah bersemangat dan tetaplah menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, tetaplah menjalin tali silahturahmi, tetaplah berpegang teguh pada norma, budaya dan aturan di agama kita masing-masing.  Hablumminallah - Hablumminannas, tetap menjalin hubungan sesama manusia tanpa melupakan hubungan kepada Tuhan Allah SWT,  inilah menjadi salah satu pegangan hidup ane dalam sebuah pergaulan.



No comments

Komen di blognya iskrim harus cerdas dan keren, no spam, no junk please!