Akankah Pesona dan Kecantikan Penjaga Gerbang Tol Segera Digantikan?

Akankah Pesona dan Kecantikan 
Penjaga Gerbang Tol Segera Digantikan?

Buat man-temans, gan and sista 
yang pernah melihat tayanga iklan tivi, diperankan oleh Elma Theana dalam sebuah adegan di sebuah gerbang tol mungkin paham benar gimana alurnya. Iklan itu dulu begitu ngetop, kalau sekarang disebutnya viral kali yah. Yup, sebuah fenomena keberadaan penjaga tol yang mana mereka adalah manusia-manusia yang dulu adalah terbilang orang pilihan, harus tampan dan cantik, tak lupa harus juga wangi, mereka bak pramugara dan pramugari darat yang selalu tersenyum. 

Tapi itu dulu, ketika jalan tol masih terbilang jalur 'esklusive'. Kecil ane dulu seneng banget kalau pergi mudik bisa menggunakan jalur tol, ada rasa kebanggaan tersendiri dan bisa di ceritakan ke teman-teman. Jujur di usia ISKRIM yang masih usia belasan sempet kefikiran juga punya cita-cita ingin jadi seperti mereka. Kerja hanya duduk manis, senyum, dan memberikan kembalian. Dan gaji mereka saat itu terbilang lumayan, makanya ane 'kepo' banget dah waktu itu.



DULU dan SEKARANG


Tapi itu cerita masa lalu gan, ketika segalanya masih terbilang nyaman,
kendaraan yang melewati gerbang tol waktu itu dalam hitungan jam masih bisa di hitung dengan jari. Jaman telah berubah, kini kendaraan-kendaraan mulai dari mobil kecil hingga truk segede gaban tanpa jeda berderet-deret memadati area gerbang tol untuk sekedar antri membayar. Nggak dikira deh gimana sibuknya mereka para penjaga gerbang tol untuk menerima pembayaran dan memberikan kembalian, belum lagi repotnya jika sama-sama nggak pegang uang kembalian, polusi asap, antrian dibelakang akan semakin mengular dan mungkin kita bisa dimarahi orang-orang gara-gara gak bayar dengan uang pas. 




Profesi menjadi penjaga tol perlahan makin pudar dari impian ane,
kesibukkan mereka di jam kerja aja luar biasa, akan semakin luar biasa lagi ketika musim libur tiba, stress dan kelelahan udah pasti mendera. Kesibukkan di area gerbang tol kini kian tak terbendung, semuanya ingin dilayani dengan cepat, sementara petugas gerbang tol itu juga manusia, meskipun berganti shift tentu ada rasa jenuh dan kelelahan.


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan waktu lalu membuat geger dengan membuka pintu tol Semanggi Jakarta kemarin. Dahlan marah karena melihat ada antrean di pintu tol. Padahal dia sejak tiga bulan lalu sudah menginstruksikan kepada manajemen Jasa Marga agar serius mengatasi antrean panjang di pintu tol. Namun permintaan Dahlan masih diabaikan. Ia masih menemui adanya antrean di Pintu Tol Semanggi. Bahkan, Dahlan melihat dua dari empat loket tol belum dioperasikan.

Mengapa sampai pintu tol belum dibuka semua? Salah seorang penjaga tol yang tidak mau disebutkan namanya menuturkan, terlambatnya pembukaan pintu karena pagi itu adalah jam pergantian shift. "Biasanya dibuka terus 24 jam," kata dia ref


Nah itulah bagian dari kekurangan sdmnya manusia, dan kita maklumi benar. Namun antrian yang mengular dibelakang tidak mau ambil peduli, mereka ingin segera dilayani dan melewati gerbang tol tersebut.

Sebuah fenomena, sdm dan volume yang nggak seimbang.


ALASAN PENINGKATAN LAYANAN 
ATAU EFESIENSI KERJA




Menanggapi berbagai keluhan baik dari petugas dan pengguna,
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menggunakan kebijakan baru dengan tujuan mempermudah arus transaksi di titik gerbang tol. Dampak positifnya adalah dengan harapan efesiensi kerja dan waktu menjadi lebih cepat dan ringkas. Menurutnya, transaksi elektronik menggunakan e-Toll Card di jalan tol sudah jauh lebih baik jika dibandingkan dengan penggunaan transaksi manual.

Direktur Operasi PT Jasa Marga Hasanudin mengatakan, transaksi di tol dengan kartu elektronik berlogo e-money memerlukan waktu sekitar dua sampai tiga detik.




"Itu sudah jauh lebih baik dibanding menggunakan transaksi manual bayar tunai kepada petugas tol atau men-tap e-toll card dengan durasi bisa sembilan detik," kata Hasanudin dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (16/12/2014)



DATA STATISTIK PENGGUNA E-TOL 2015




Menurut dia, hal tersebut dilakukan para pengguna di ruas tol Cikampek, Purbaleunyi, Jagorawi dan Cinere-Jagorawi. Penggunaan kartu elektronik tersebut dilakukan pada gerbang masuk pengguna tol dengan hanya menempelkan kartu e-Toll di gerbang tol otomatis (GTO). Selanjutnya, kata Hasanudin, usai tiba di gerbang keluar, para penggunaan e-Toll card bisa memberikan kartu tersebut kepada petugas untuk melakukan pembayaran.

Total transaksi tol di seluruh ruas Jasa Marga selama ini, sekitar 3,2 juta per hari dan dari jumlah ini hanya sekitar 2,4 juta yang terlayani melalui GTO sehingga sekitar 800-900 ribu lebih transaksi yang tidak terlayani dan inilah yang menyebabkan antrean di gerbang tol. ref





Pertanyaannya sekarang MUNGKINKAH petugas jaga gerbang tol akan tergantikan?
MINIMAL mengurangi kesibukkan mereka?

HARAPAN ane sih jangan sampai mereka benar-benar tergantikan oleh satu alat ini.
Karena momen-momen bertemu dengan mereka itu sangat jarang, dan senyum tulus mereka membuat mata ini jadi segar kembali dan fokus lagi untuk melanjutkan perjalanan. Bisa ente bayangkan, udah kita kena macet, capek dijalan..., eh di gerbang tol cuma ketemu 'suara' dan kotak 'mesin elektronik


Nah gimana man-temans, gan and sista,
ente punya pengalaman tentang jalan tol? Ceritain dah disini, komentar ter-greget bakal ane pajang di pekiwan. Salah dan kurangnya ane minta maaf dan mohon koreksiannya. Terimakasih
SALAM ISKRIM


ide: pemikiran sendiri | sumur gambar: oom gugel
art : sotoshop oleh iskrim 

No comments