Diskon, Awas Jebmen Diskon!

Diskon, Diskon, Diskon! 
Awas Jebmen Diskon!

Halo man-temans, gan and sista...ISKRIM is baaack!
Kali ini ane mau bahas mengenai Diskon. Mumpung daya beli masyarakat Indonesia yang akan merayakan hari besar umat Islam, Lebaran, biasanya daya beli akan meningkat dengan tajam, membeibi buta karena baru aja dapet thr . Dan pada akhirnya diskon pun menjadi sebuah fenomena tersendiri bagi sebagian besar pecinta diskon terutama kaum ibu-ibu dan kaum igo kekunoan dan kekinian. DISCOUNT 10%, DISKON 50%, DISCOUNT 99%...! Terpampang dengan jelas dan menyilaukan mata yang melihatnya. Wow sangat menggoda isi kantong bukan?

Diskon/ Rabat/ Potongan harga, menjadi salah satu daya tarik penjual untuk mendatangkan pembeli dan mempercepat perputaran uang bagi penjualnya. Namun diskon dalam perkembangan menjadi salah satu cara trik marketing cerdas dengan cara-cara yang kadang diluar dugaan pembeli. Ada kebahagiaan dan kekecewaan di dapat oleh pembeli/ konsumen, campur aduk. Kenapa, karena sudah menjadi rahasia umum kalau diskon kadang menjadi sebuah kamuflase bahkan jebmen untuk menarik pembeli. Harga dinaikkan terlebih dahulu baru di diskon, atau pemberian diskon diwaktu waktu yang tidak terduga menjadi salah satu cara terbilang unik dan nyeleneh, tapi itulah salah satu jebmen yang kadang membuat konsumen kecewa berat, merasa di tipu itu sudah sering terdengar, merasa beruntung itu terkesan jarang terdengar . Namun dari itu semua ada juga yang memang penjual memberikan diskon sesuai dengan keadaan kondisi barang dan kebutuhan barang tersebut

Berbicara mengenai diskon, yuk kita mengenal macam macam diskon biar kita lebih memahami dan nggak merasa di jebak oleh penjual. Langsung baca kebawah yah gan...



DISKON BERSYARAT


Diskon bersyarat adalah diskon yang diberikan kepada pembeli dengan
syarat-syarat tertentu telah ditetapkan penjual. Diskon bersyarat
biasanya banyak digunakan oleh para grosir untuk mendorong para
konsumennya melakukan pembelian dalam jumlah besar. Diskon bersyarat juga
digunakan sebagai pendorong si pembeli agar melakukan pembelian secara
tunai. Pembeli akan mendapoat potongan harga tertentu apabila telah
mempercepat atau melakukan pembayaran utang masih dalam waktu potongan
sesuai dengan ketentuan dalam syarat pembayaran.



DISKON TUNAI


Diskon tunai adalah potongan harga yang diberikan kepada pembeli dari
harga resmi yang tertera pada brosur harga. Biasanya diskon dilakukan
saat pembeli membayar di kasir.



DISKON KREDIT


Diskon kredit adalah potongan harga yang diberikan karena pembeli
membayar utang pembelian dalam masa potongan tunai sesuai dengan syarat
pembelian yang telah ditentukan sebelumnya. Contohnya adalah 2/10, n/30.
2/10 artinya pemotongan pembelian akan dberikan sebesar 2% apabila
pembeli dapat melunasi utangnya dalam jangka waktu 10 hari. n/30 hari
artinya jangka waktu kredit dilunasi selambat-lambatnya 30 hari terhitung
sejak tanggal transaksi jual beli terjadi.



DISKON PLUS


Diskon plus adalah diskon yang diberikan kepada pembeli yang besarnya
diskon sebanyak dua macam. Misal, suatu produk bertuliskan diskon 50% +
20% , hal tersebut yang disebut diskon plus. Diskon tersebut bukan
berarti diskonnya 70%, tetapi harga beli dipotong dengan 50%, kemudian
harga yang didiskon dipotong lagi 20%. Diskon plus banyak digunakan di
mal yang menjual produk fashion. Diskon yang memberikan potongan harga
besar seperti ini merupakan diskon yang banyak diminati pembeli. Nah,
disini terkadang pembeli suka nggak nyadar dianggapnya diskon plus itu
berdasarkan total pembelian dalam sekali pembelian, padahal diskon plus
akan didapat setelah melakukan pembelian sebanyak dua kali. Jadi secara
halus pembeli dipaksa membeli produk sebanyak dua kali. Bukannya jadi
irit, tapi kita jadi lebih boros.



DISKON KUPON


Diskon kupon adalah diskon yang diberikan kepada pembeli yang mempunyai
kupon pembelian. Diskon kupon dapat diperoleh dari brosur atau Koran.
Selain itu, diskon kupon juga dapat kita peroleh melalui internet.



DISKON ANGGOTA


Member discount adalah diskon yang berlaku untuk anggota tertentu, dan
bagi yang tidak menjadi anggota tidak diberikan diskon. Konsumen yang
telah terdaftar menjadi anggota pada waktu melakukan transaksi
mendapatkan diskon khusus sesuai dengan ketentuan yang sedang berlaku.
Dengan adanya kartu member, pembeli dipaksa untuk menjadi member secara
halus dengan iming-iming diskon. Padahal dengan menjadi member kita juga
dikenakan biaya bulanan atau tahunan untuk membuat kartu member,
kemungkinan biaya kartu member itulah untuk menutupi harga diskon yang
diberikan oleh pembeli. Jadi mungkin kalau di hitung-hitung harga diskon
yang didapat pembeli sama saja tidak ada diskon! Namun sebelum
menggunakan, perhatikan juga, seberapa jauh selisih diskon dengan tanpa
kartu member. Kalau tidak berbeda, buat apa menjadi member!



UP TO DISKON


Up to discount adalah diskon yang diberikan kepada pembeli yang macam
diskonnya bermacam-macam dengan diskon maksimal seperti yang dicantumkan.
Up to discount banyak diterapkan pada produk fashion. Misalkan diskon Up
to 70% ini artinya penjualan hingga 70% saja.



CLEAREANCE DISCOUNT


Clereance discount adalah diskon yang diberikan kepada pembeli dengan
besarnya diskon disesuaikan dengan kemauan pembeli. Maksudnya, pembeli
diberi kebebasan untuk menawar harga yang tertera di label atau harga
yang ditetapkan oleh penjual. Clereance discount biasa diterapkan di
pasar tradisional. Dalam diskon ini pembeli harus memiliki kejelian dalam
memenangkan penawaran. Seni menawar merupakan gabungan dari pengetahuan,
bernegosiasi, dan bahasa tubuh. Contohnya adalah di pelelangan pasar ikan
dan pasar umumnya pun bisa saja terjadi.



DISKON LIMIT


Ini biasanya diterapkan oleh mall dan hypermarket tertentu, dengan diskon
dengan waktu yang tertentu dan terbatas, diharapkan pembeli akan datang
di jadwal yang di tentukan. Produk yang di tawarkan pun terbatas,
penawaran dengan waktu yang terbatas dan jumlah produk yang terbatas
terkadang pembeli jadi kurang akal sehatnya untuk melakukan pembelian.
Berkesan terburu-buru, dan ini memang tujuan yang di buat oleh penjual.
Dari beberapa kasus yang merugikan pembeli misalnya dalam pembelian
online, dengan penawaran harga diskon yang fantastis, misalkan diskon 99%
pembeli diberikan waktu yang sangat minim, sedangkan produk hanya
tersedia 1 buah saja. Setelah waktu yang ditunggu-tunggu tiba ternyata
sudah ada langsung pemenangnya, disinilah salah satu kelemahan transaksi
via online, pembeli lain yang ingin mendapatkan diskon tersebut tidak
bisa memonitor transaksi yang berlangsung, semua transaksi terjadi ada
ditangan oleh admin pemilik website tersebut. Adakah kecurangan orang
dalam? bisa saja terjadi.



DISKON UNDANGAN


Seperti namanya, diskon undangan hanya diperoleh pembeli setelah
mendapatkan undangan untuk membeli produk diskon yang ditawarkan penjual.
Diskon udangan biasanya juga hanya berlangsung di waktu tertentu. Dengan
adanya undangan inilah, pembeli yang tadinya tidak ada hasrat membeli
tiba-tiba ada keinginan untuk membeli produk dengan iming-iming diskon.




! TIPS BIJAK BELANJA 
DENGAN HARGA DISKON !


1. PILIH BARANG DENGAN HATI-HATI
Saat memberikan diskon, banyak penjual bermain curang dengan mencampur barang dalam kondisi baik dengan yang sudah rusak. Kerusakannya mungkin sangat kecil sehingga tidak bisa langsung terdeteksi mata, misalnya sobek kecil, kotor, atau jahitan tidak rapih pada pakaian. Pedagang biasanya memanfaatkan momen diskon untuk `membersihkan` barang-barang yang rusak dari tokonya. Jadi hati-hatilah dalam memilah barang, karena sebagian besar toko memiliki aturan bahwa barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan.

2. PERGI BERBELANJA DENGAN BANYAK WAKTU
Belanja saat ada diskon membutuhkan energi ekstra dan waktu luang. Pasalnya, para pemilik toko biasanya menyatukan seluruh barang diskon di rak-rak tanpa terorganisir dan kategorisasi. Semua ditumpuk jadi satu hingga menggunung. Disinilah kita memerlukan banyak energi untuk membongkar semua rak agar bisa menemukan barang-barang yang kita sukai dan butuhkan. Jangan pernah berbelanja dengan terburu-buru.

3. BUAT BUDGET
Sebagian besar barang yang dijual saat ada diskon cenderung murah. Potongan harga bisa jadi membuat kita tidak berpikir panjang dalam membeli barang. Alhasil, ada banyak barang yang tidak kita butuhkan `nangkring`di keranjang belanjaan dan siap-siap mengeluarkan uang lebih banyak. Jadi sebelum belanja, tetapkan anggaran belanja dan tuliskan barang-barang apa saja yang akan Anda beli dalam satu daftar belanjaan. Bijak dan berpeganglah pada budget yang sudah dibuat!

4. JANGAN MEMBAWA ANAK KECIL 
SAAT BELANJA DISKON
Ramainya toko, banyaknya orang berlalu lalang serta sempitnya ruang gerak, kondisi itu akan menjadi sangat tidak nyaman jika kita membawa anak kecil. Biasanya akan mengganggu kosentrasi kita untuk memilih produk diskon dan akhirnya barang yang kita pilih suka tidak sesuai dengan pilihan dan kebutuhan kita.

5. JANGAN MEMBELI BARANG DARI SATU TOKO
Menjelang lebaran, ada banyak toko dan mal yang memberi diskon secara bersamaan. Itu berarti Anda memiliki banyak pilihan. Jangan habiskan uang di satu toko karena Anda akan menyesal jika menemukan barang yang sama di toko lain dengan harga lebih murah. Biasanya satu toko memang ada diskon yang sangat murah tapi di produk salah satunya harga lebih mahal dari toko lainnya. Datangi beberapa toko, catat dan bandingkan.

6. MEMBELI BARANG YANG AKAN DIBELI 
DENGAN HARGA PENUH
Sebelum kita putuskan untuk membeli barang diskon ini, coba fikir kembali apakah kita benar-benar membutuhkan barang ini atau tidak, kalau memang iya segera bayarkan ke kasir dan segera berlalu, dengan berlama-lama kita akan jadi laper mata melihat harga diskon lain yang belum tentu kita butuhkan.



KESIMPULANNYA ADALAH

Ingat, tidak ada satupun perusahaan/ penjual yang mau merugi atau
menurunkan keuntungan dengan menjual barangnya di harga sangat murah
begitu saja. Karena itu, kuncinya adalah, bijak dan berhati-hatilah dalam
memanfaatkan diskon, dan berbelanjalah sesuai dengan apa yang kita
butuhkan saja...SALAM ISKRIM!


[ HT 07 ]
ide: pemikiran sendiri | tukang gambar: oom gugel | ref 1, ref 2

No comments